WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang balik para pengkritik kesepakatan AS-Iran yang ia tandatangani.

Melalui media sosial, Trump menyebut para pengkritik sebagai “orang bodoh” dan mengatakan bahwa mereka merasa iri.Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance membela perjanjian tersebut dengan menyebutnya sebagai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Baca juga: Taktik Iran Tembus Sanksi AS, Tetap Raup Miliaran Dollar dari Minyak

“Kami memiliki semua kartu. Milikilah sedikit keyakinan kepada presiden Amerika Serikat. Gagasan bahwa dia akan membuat kesepakatan yang buruk bagi rakyat Amerika adalah hal yang tidak masuk akal,” kata Vance kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip South China Morning Post.

Vance juga berargumen bahwa jika Iran melanggar komitmennya, Amerika Serikat masih dapat kembali mengambil langkah militer. Ia menyatakan bahwa perang sebelumnya diperlukan dan memberikan tekanan jangka panjang terhadap program nuklir Iran.