WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Gelombang kritik tajam dari berbagai media Amerika Serikat langsung menyambut langkah Presiden AS Donald Trump pasca-penandatanganan kesepakatan dengan Iran.
Trump dinilai memberikan banyak konsesi kepada Teheran dalam perjanjian tersebut.
Kesepakatan yang bertujuan mengakhiri konflik Timur Tengah itu ditandatangani Trump pada Rabu (17/6/2026) malam, dalam makan malam berpenerangan lilin (candlelit dinner) di luar Paris, Perancis.Baca juga: Piala Dunia dan Perdamaian Amerika-Iran
Namun, kepulangan Trump ke "Negeri Paman Sam" pada Kamis (18/6/2026) membenturkannya kembali pada kenyataan, seiring munculnya rentetan kritik baik dari penentang maupun pendukung konflik.
Sejumlah media papan atas AS pun kompak menyoroti bagaimana tujuan pra-perang tampaknya tidak ditunaikan, kekuatan Iran justru menguat, dan puluhan miliar dollar AS dihabiskan.













