Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi-lagi melontarkan ancaman terhadap Iran."Jika Iran tidak memenuhi kesepakatan mereka, atau jika mereka tidak berperilaku baik, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan," kata Trump kepada wartawan pada hari Senin (22/6) waktu setempat.Sebelumnya, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani kesepakatan sementara AS-Iran pekan lalu. Ini dilakukan lebih dari tiga bulan setelah AS dan Israel menyerang Iran, dan Iran membalas dengan serangannya terhadap Israel dan negara-negara Teluk.

Pada hari Senin (22/6), negosiasi teknis antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss telah selesai. Diputuskan bahwa kelompok-kelompok negosiasi akan dibentuk untuk membahas isu-isu nuklir dan sanksi, demikian dilaporkan media pemerintah Iran pada hari Selasa (23/6).Para negosiator "memutuskan bahwa empat kelompok kerja akan dibentuk: Penghentian Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi," kata kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/6/2026). Salah satu hal yang disepakati adalah pengembalian aset-aset Iran yang dibekukan. Trump mengatakan pada hari Senin (22/6), bahwa Iran seharusnya menggunakan dana yang dicairkan untuk membeli makanan secara eksklusif dari Amerika Serikat. Sementara kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengutip gubernur bank sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, melaporkan bahwa Teheran tidak berkewajiban untuk membeli input pertanian dari AS berdasarkan nota kesepahaman saat ini.