KOMPAS.com - Wacana pergantian nama dan perpindahan markas klub kembali menjadi perbincangan menjelang bergulirnya musim baru kompetisi sepak bola Indonesia.

Di balik keputusan bisnis dan perubahan kepemilikan, ada ikatan emosional yang selama ini terbangun antara klub dan para pendukungnya.Karena itu, perubahan identitas klub dinilai tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa mempertimbangkan sejarah dan loyalitas suporter yang telah mendukung sejak awal.

Kabar perubahan identitas klub menghangat seiring persiapan klub menghadapi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2026-2027.

Baca juga: Regulasi Pemain U23 di Super League Tak Serta-Merta Dihapus, I.League Konversikan dengan Insentif

Dua Klub Disebut akan Berganti Nama