LA PAZ, KOMPAS.com - Presiden Bolivia mengumumkan keadaan darurat dan mengerahkan tentara serta buldoser untuk meratakan penghalang jalan yang dipasang sebagai protes anti-pemerintah, Sabtu (20/6/2026).

Selama lebih dari enam minggu, serikat pekerja, kelompok masyarakat adat, dan petani koka telah berpawai melalui kota-kota dan memblokir jalan di seluruh negeri dengan puing-puing, kayu gelondongan, dan reruntuhan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah konservatif.Kota-kota besar mengalami kekurangan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan yang akut, serta perekonomian telah kehilangan miliaran dollar AS.

Protes tersebut mengancam untuk menggulingkan pemerintahan non-sosialis pertama Bolivia dalam dua dekade terakhir.

Baca juga: Baru Dilantik, Presiden Bolivia Langsung Cabut Subidi BBM

Peringatan Presiden Bolivia