TEHERAN, KOMPAS.com - Situasi Selat Hormuz diwarnai simpang siur dan kebingungan yang luar biasa pada Jumat (19/6/2026). Otoritas Iran mengeluarkan dua pernyataan yang saling bertolak belakang dalam waktu berdekatan.

Mula-mula jalur air strategis itu dinyatakan ditutup dengan ancaman serangan, namun tak lama kemudian, pemerintah pusat menegaskan bahwa selat tersebut telah dibuka kembali.Kebingungan ini bermula ketika sebuah pesan radio Garda Revolusi Iran (IRGC) tiba-tiba disiarkan kepada kapal-kapal di kawasan tersebut.

Baca juga: Iran Ubah Aturan Selat Hormuz, Kapal Wajib Minta Izin 48 Jam Sebelum Lewat

Mereka memperingatkan kapal-kapal untuk tidak memasuki selat tersebut, sebagaimana dilansir New York Post.

IRGC berdalih bahwa Amerika Serikat (AS) telah melanggar nota kesepahaman (MoU) yang baru saja ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu.