WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance membela pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Iran dapat mempertahankan sebagian kemampuan rudalnya untuk tujuan pertahanan negara.
Sikap ini berbanding terbalik dari posisi awal AS yang sebelumnya menjadikan penghancuran program rudal balistik Iran sebagai salah satu tujuan utama perang.Namun, Vance menjelaskan bahwa pernyataan Trump bukan berarti AS membiarkan Iran memiliki kemampuan rudal yang dapat mengancam dunia.
Baca juga: Israel Dihujani Hampir 30 Rudal Iran, Sirene Meraung-raung
Ia mengatakan bahwa negara mana pun, termasuk Iran dan Israel, tidak bisa dilarang memiliki alat pertahanan diri.
“Anda tidak bisa mengatakan kepada sebuah negara, baik Israel maupun Iran, bahwa mereka tidak boleh memiliki pertahanan diri,” kata Vance, sebagaimana dikutip The Times of Israel.










