WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat kembali melancarkan serangan militer ke Iran setelah gencatan senjata permanen apabila kedua pihak gagal mencapai kesepakatan final terkait program nuklir.
Dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu (14/6/2026), Trump juga menyebut AS dapat berperan sebagai “penjaga Timur Tengah” jika kesepakatan nuklir tidak tercapai.Ia bahkan mengungkap gagasan bahwa Washington bisa mengambil 20 persen pendapatan kawasan tersebut sebagai imbalan atas peran itu.
Baca juga: Trump Kesal Netanyahu Hampir Gagalkan Kesepakatan AS-Iran: Dia Seharusnya Berterima Kasih
Pernyataan Trump disampaikan saat rincian kesepakatan nuklir masih dalam tahap negosiasi.
Ia mengatakan, pembicaraan baru dengan Iran akan berlanjut, termasuk terkait pembatasan pengayaan uranium dan mekanisme pengawasan.










