Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS) dengan Israel berujung damai usai kedua kepala negara menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (Mou). Presiden AS Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada pemimpin Rusia dan China yang tak cawe-cawe di Iran selama perang berlangsung.Trump menandatangani nota kesepahaman tersebut saat makan malam dengan Presiden Prancis Emamanuel Macron di Istana Versailles setelah pertemuan KTT G7 pada Rabu (17/6) malam."Baru saja menandatanganinya," kata Trump saat keluar dari istana, dilansir AFP, Kamis (18/6).

Terpisah, pemerintah Iran juga mengkonfirmasi telah menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS. "Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para Presiden--sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," kata juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor berita negara IRNA.Baqaei mengatakan penandatanganan telah dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua Presiden, dan bahwa upacara resmi "tidak banyak memiliki tempat" dalam rencana Iran.

Trump Akui Cadangan Minyak Tinggal 4 MingguTrump telah mengakui bahwa cadangan minyak global berada di ambang kritis, mendesak Washington untuk menerima persyaratan Iran untuk perjanjian kerangka kerja guna mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.Berbicara di KTT G7 di Prancis, Trump mengatakan bahwa tanpa kesepakatan dengan Iran, dunia akan menghadapi "kekacauan" karena cadangan minyak akan habis dalam waktu sekitar empat minggu.Presiden Donald Trump menandatangani Nota Kesepahaman dengan Iran di Istana Versailles pada hari Rabu 17 Juni, sesaat sebelum makan malam yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Reuters/DAN SCAVINO/@SCAVINO47 VIA X)"Kita akan kehabisan cadangan dalam waktu sekitar empat minggu," kata Trump kepada wartawan, seperti dilansir media The Hill, Kamis (18/6). "Anda tahu, ada cadangan di seluruh dunia, dan kita akan benar-benar kehabisan, dan akan ada saatnya Anda tidak akan bisa mendapatkannya," imbuhnya.Presiden AS itu mengakui bahwa serangan militer yang berkelanjutan akan membuat Selat Hormuz yang vital bagi perdagangan minyak global, tetap tertutup."Jika kita terus membom, kapal-kapal itu tidak akan bisa berlayar," katanya, merujuk pada dampak perjanjian dengan Teheran.