KOMITMEN untuk mewujudkan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin menunjukkan jalan terang dengan adanya kesepakatan untuk menandatangani nota kesepahaman bersama di Jenewa, Swiss, pada 19 Juni mendatang.

Kesepakatan ini diyakini akan membentuk pola relasi baru antara pihak-pihak yang bertikai baik antara AS dan Iran yang terikat perjanjian bersama, AS dan Israel yang pada awalnya memiliki kepentingan yang sama dalam memandang Iran.Namun bersimpang jalan pasca lebih dari 100 hari peperangan, maupun relasi antara Iran dan Israel yang kemungkinan besar akan tetap dominan berada di ranah konflik.

Yang tak kalah menarik untuk dicermati adalah peta geopolitik kawasan, terutama bagi negara-negara kunci yang tergabung ke dalam Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Countries/GCC).

Meskipun berhimpun dalam sebuah kesepakatan kerja sama kawasan yang memiliki visi yang sama di bidang politik dan ekonomi, keenam negara anggota GCC, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Oman, memiliki cara pandang dan pendekatan yang berbeda terhadap Iran dan Israel, termasuk konflik yang membelit kedua negara berseteru tersebut.

Baca juga: Mandat Palsu, Data Curian: Bedah Kebohongan BEM Bersatu