PARIS, KOMPAS.com - Misi militer bentukan Perancis dan Inggris menyatakan siap dikerahkan guna membantu membuka kembali Selat Hormuz.

Langkah ini menyusul pengumuman kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Meski Presiden AS Donald Trump mengeklaim Selat Hormuz akan sepenuhnya terbuka mulai Jumat (19/6/2026), kantor berita Iran Mehr menyebutkan bahwa nota kesepahaman kedua negara menetapkan"pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.Baca juga: Ranjau Masih Betebaran di Selat Hormuz, Seberapa Mematikan Dampaknya?

Nota kesepahaman ini tidak serta-merta mengakhiri perang secara permanen, melainkan memberi waktu tambahan 60 hari bagi para negosiator.

Alhasil, masa ketidakpastian yang berpotensi mengganggu jalannya negosiasi masih akan memperpanjang ketegangan.