JAKARTA, KOMPAS.com - Pasokan batu bara global menghadapi tekanan dari dua faktor utama, yakni kecelakaan tambang di China dan ketidakpastian kebijakan ekspor batu bara Indonesia.

Kondisi tersebut diperkirakan dapat mendorong kenaikan harga batu bara di pasar internasional, terutama ketika pasokan gas alam cair (LNG) masih belum sepenuhnya pulih pasca perang Iran.

Analis dan pelaku industri menilai kombinasi gangguan pasokan tersebut berpotensi memperketat ketersediaan batu bara dunia dalam beberapa bulan mendatang.Perang yang melibatkan Iran sebelumnya sempat menghentikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global.

Baca juga: ESDM Tegaskan Tidak Ada Krisis Batu Bara di Balik Pemadaman Listrik

Situasi itu memicu peningkatan pembelian batu bara berkualitas tinggi oleh Jepang dan Korea Selatan, sekaligus mengangkat harga batu bara acuan Newcastle mendekati level tertinggi dalam hampir dua tahun, yakni di atas 150 dollar AS per ton.