BOGOR, KOMPAS.com - Polemik lahan garapan di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak hanya menyoroti sengketa antara petani penggarap dan PT BSS.

DPRD Jawa Barat juga menyoroti dugaan praktik jual-beli lahan garapan yang disebut menjadi pemicu maraknya pembangunan villa di kawasan tersebut.Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Samsul Hidayat menilai praktik yang dilakukan para makelar tanah atau biong menjadi persoalan serius karena dinilai merugikan negara dan berpotensi mengancam kelestarian kawasan hutan Gunung Salak.

Baca juga: Warga Cianjur yang Hilang 2 Tahun dan Ditemukan di Kaki Gunung Salak Alami Gangguan Jiwa

DPRD Soroti Praktik Jual-Beli Lahan Garapan

Samsul mengatakan masih banyak pihak yang menjadikan kawasan alam sebagai sumber keuntungan ekonomi, termasuk melalui praktik jual-beli lahan garapan di kawasan Gunung Salak.