JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Istana menyebut Presiden Prabowo Subianto tengah memimpin "reformasi jilid II" saat merespons berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat, dalam aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan, berbagai kebijakan yang dijalankan Prabowo adalah bagian dari upaya membenahi struktur ekonomi dan tata kelola negara, yang selama ini hanya menguntungkan kelompok tertentu."Pak Prabowo itu adalah pemimpin reformasi jilid dua, karena yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang, beliau sedang melakukan reformasi terhadap struktur ekonomi Indonesia. Struktur yang selama ini menguntungkan elite saja, struktur yang selama ini memungkinkan elite-elite tertentu itu untuk membawa lari uang negara. Itu dikoreksi oleh Pak Prabowo," ujar Qodari dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Baca juga: Prabowo Bertemu Menhan Jepang, Bahas Pendidikan hingga Teknologi Pertahanan
Menurut Qodari, berbagai kritik yang disampaikan mahasiswa sebetulnya telah dijawab satu per satu pemerintah melalui sejumlah kebijakan yang sedang dijalankan.
Salah satunya berkaitan dengan tuntutan penghentian pemborosan anggaran negara, di mana sejak awal pemerintahan Prabowo telah melakukan efisiensi belanja negara dan menutup berbagai kebocoran anggaran.









