JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk segera mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp 18.000.

Jika dalam tenggat waktu tersebut kondisi perekonomian tidak membaik, mahasiswa mengancam akan menggelar demonstrasi besar-besaran bertajuk "Reformasi Jilid II".

Ultimatum tersebut memicu respons dari sejumlah pejabat tinggi negara, mulai dari Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), hingga pihak Istana.Diimbau Tertib

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons rencana demonstrasi tersebut dengan mengimbau mahasiswa agar tetap tertib dalam menyampaikan aspirasi.

Sigit menegaskan bahwa Polri siap mengawal jalannya aksi agar situasi tetap kondusif.