WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sejumlah pekerja konstruksi mulai menurunkan papan nama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sempat terpampang di fasad bangunan ikonik Kennedy Center pada Sabtu (13/6/2026).
Pengembalian nama asli tempat pertunjukan seni bergengsi di Washington DC ini merupakan babak akhir dari perselisihan hukum yang panjang dan sarat ketegangan politik.Melalui berkas laporan hukum yang dirilis pada Sabtu, Direktur Eksekutif Kennedy Center, Matt Floca mengonfirmasi bahwa seluruh atribut, papan nama, serta baliho di dalam gedung maupun area halaman luar yang memuat nama Trump kini telah dibersihkan secara total.
Sejak menduduki kembali kursi di Gedung Putih pada Januari 2025, Trump dikenal sangat agresif dalam menorehkan pengaruh personalnya ke dalam berbagai tatanan birokrasi dan budaya AS.
Baca juga: Trump Harus Tahu Taktiknya di Iran Gagal, Akan Jadi Perang Beku
Salah satu langkah kontroversialnya adalah menunjuk dirinya sendiri sebagai ketua pusat kesenian tersebut, sekaligus merombak jajaran dewan pengurus dengan memasukkan orang-orang yang loyal kepadanya.












