KOMPAS.com - Saat mengetahui dirinya berisiko tinggi mengalami serangan jantung akibat penyakit jantung koroner, Dr. Andik Wijaya, M.Rep.Med mengaku terkejut. Selama ini, ia merasa sudah cukup menjaga kesehatan.
Namun, hasil pemeriksaan pada April 2024 mengubah pandangannya. Di usia 60 tahun, dokter yang selama puluhan tahun berkecimpung di bidang kesehatan reproduksi itu justru menemukan bahwa dirinya memiliki risiko penyakit jantung koroner yang tinggi.Alih-alih menyerah, Andik memilih mengubah gaya hidupnya secara menyeluruh. Dua tahun kemudian, ia berhasil menyelesaikan lomba maraton dan memiliki tingkat kebugaran yang disebut setara dengan pria berusia 30 tahun.
Kisah itu ia bagikan kepada Kompas.com saat diwawancarai pada Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Apakah Kopi Buruk untuk Jantung? Dokter Jantung Beri Penjelasannya
Berawal dari pemeriksaan kesehatan karena diskon







