WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Di era media sosial yang bergerak kilat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuktikan dirinya sebagai narator yang paling tidak bisa dipercaya dalam konflik AS-Iran.

Sejak perang ini meletus, Trump berulang kali mengancam Iran dengan konsekuensi berat apabila Teheran tak juga duduk di meja perundingan.Dalam waktu bersamaan, ia juga berulang kali mengklaim bahwa kesepakatan damai sudah hampir tercapai.

Baca juga: AS Umumkan Serangan ke Iran Telah Selesai, Trump Klaim Teheran Minta Gencatan Senjata

Akan tetapi, tidak ada satu pun pernyataan dari Trump tersebut yang terbukti, sebagaimana dilansir The Guardian, Kamis (11/6/2026).

CNN mencatat, klaim semacam itu sudah diucapkan Trump sebanyak 38 kali.