PADANG, KOMPAS.com – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp 17.000 per liter mulai Rabu (10/6/2026) membuat sebagian konsumen di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai menyerah.
Salah satunya Hilda Yilza (63), pensiunan TNI yang mengaku mulai mempertimbangkan meninggalkan Pertamax setelah harga BBM tersebut melonjak Rp 4.100 per liter atau sekitar 31 persen dibandingkan sebelumnya.Perempuan yang ditemui di SPBU Sawahan, Kecamatan Padang Timur, itu mengaku kaget ketika mengetahui harga Pertamax kini mencapai Rp 17.000 per liter.
Menurut Hilda, kenaikan tersebut langsung terasa saat dirinya mengisi bahan bakar dengan nominal yang sama seperti biasanya.
"Biasanya saya isi Rp 150.000 dan tahan beberapa hari. Sekarang tidak sampai 10 liter. Jarumnya juga tidak bergerak seperti biasanya," kata Hilda, Rabu.
Baca juga: Terbebani Kenaikan Harga Pertamax, Karyawan Mulai Pikirkan Opsi Naik Transportasi Umum










