JENEWA, KOMPAS.com - Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Volker Turk mendesak Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali kebijakan imigrasi jelang Piala Dunia 2026.
Intervensi dari PBB ini mencuat setelah sejumlah suporter, ofisial tim, hingga salah satu wasit elite dunia dilaporkan dilarang masuk ke wilayah AS akibat kendala visa yang dipicu oleh kebijakan imigrasi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.Turnamen edisi kali ini mencetak sejarah sebagai Piala Dunia pertama yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara (AS, Kanada, dan Meksiko) dengan melibatkan 48 tim nasional, serta jutaan pencinta sepak bola dari berbagai belahan dunia.
Namun, penolakan otoritas imigrasi AS untuk mengizinkan wasit Somalia Omar Artan, salah satu wasit terkemuka di Afrika, masuk ke negara itu menimbulkan kekhawatiran.
Baca juga: Jatah Tiket Fans Iran di Piala Dunia Diduga Dicabut AS, Teheran Murka
Soroti isu profil rasial











