Washington DC -
Otoritas Amerika Serikat (AS) menolak masuk seorang wasit ternama asal Somalia, Omar Artan, yang dijadwalkan berpartisipasi dalam Piala Dunia tahun ini. Artan yang merupakan wasit berprestasi itu telah tiba di wilayah AS, namun harus terbang kembali ke negaranya karena Washington tidak mengizinkannya masuk.Keputusan pemerintah AS ini memicu kritikan, serta menuai kekhawatiran tentang pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan dampaknya terhadap turnamen dunia tersebut.Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (10/6/2026), telah mengonfirmasi kepada Al Jazeera pada Senin (8/6) bahwa Artan tidak diizinkan masuk ke negara itu setelah tiba di Florida Selatan pada Sabtu (6/6) waktu setempat.
Juru bicara DHS mengatakan bahwa Artan, yang terdaftar sebagai salah satu dari 52 wasit yang akan memimpin jalannya pertandingan-pertandingan bergengsi dalam gelaran Piala Dunia tahun ini, telah "dinyatakan tidak dapat diterima karena masalah pemeriksaan dan ditolak untuk masuk". Juru bicara DHS itu tidak memberikan informasi detail lebih lanjut mengenai alasan pasti ditolaknya Artan untuk masuk ke AS. Namun, kedatangan Artan di AS menunjukkan bahwa dia memiliki visa yang sah sebelum perjalanan.Somalia, negara asal Artan, termasuk dalam daftar larangan perjalanan yang diberlakukan pemerintahan Trump beberapa waktu terakhir. Presiden AS itu sering kali mencela Somalia dan rakyatnya. Tahun lalu, Trump sempat memicu kemarahan ketika dia menyebut imigran Solamia di AS sebagai "sampah".Artan yang merupakan salah satu wasit terbaik Afrika dan sangat dihormati secara luas, seharusnya mencetak sejarah sebagai orang Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia. Dia dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika dalam Penghargaan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tahun 2025, dan mencetak sejarah sebagai wasit pertama asal Somalia yang memimpin pertandingan di Piala Afrika.










