JAKARTA, KOMPAS.com – Memasuki Juni 2026, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Kali ini, kenaikan harga Pertamax terbilang cukup signifikan dan langsung berdampak pada pengeluaran para pemilik mobil.

Tercatat, harga Pertamax melonjak Rp 3.950 per liter, dari yang sebelumnya Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Jika dihitung secara persentase, kenaikannya mencapai 32,1 persen.Baca juga: DMO Pertamax Turbo Fin+ Amankan Podium Seri Pembuka Kejurnas Rally

Lonjakan harga ini tentu langsung memukul biaya operasional kendaraan harian, khususnya di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) yang menjadi pasar paling gemuk di Indonesia. Dua model andalan keluarga, yakni Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander, menjadi contoh nyata bagaimana skema kenaikan ini menguras kantong konsumen.

KOMPAS.com/Nur Jamal Sha'id Kenaikan harga BBM Non-subsidi tapi Tahan Pertamax dan Pertalite

Hitung Isi Penuh Tangki Avanza dan Xpander