Kyiv -

Serangkaian serangan udara Rusia menghantam wilayah Ukraina, beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelensky melakukan pembicaraan dengan sekutu-sekutu Kyiv di London, Inggris. Sedikitnya tiga orang, termasuk seorang wanita hamil, tewas akibat gempuran Moskow tersebut.Ukraina, seperti dilansir AFP, Selasa (9/6/2026), mengatakan bahwa Rusia meningkatkan serangannya terhadap warga sipil karena "tidak mampu" mencapai tujuan yang ditetapkan Kremlin saat invasi militer memasuki tahun kelima."Sedikitnya tiga orang tewas, termasuk seorang wanita hamil berusia 22 tahun, di Chuguiv," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andriy Sybiga, merujuk pada sebuah kota di wilayah Kharkiv, Ukraina bagian timur laut.

Layanan darurat Ukraina merilis foto-foto yang menampilkan kobaran api yang melalap bangunan permukiman dan mobil-mobil yang diparkir. Wali Kota Chuguiv, Galyna Minaeiva, mengatakan bahwa kota tersebut -- yang terletak di barat daya ibu kota regional Kharkiv -- dihantam rudal dan drone Shahed buatan Iran, yang diluncurkan oleh Rusia.Kemajuan yang didapat Rusia di garis depan pertempuran yang luas terhenti tahun ini, meskipun Moskow merekrut hingga 30.000 petempur baru setiap bulan. Kedua pihak telah meningkatkan serangan drone jarak jauh."Karena tidak mampu mencapai tujuannya di medan perang, Rusia meningkatkan teror terhadap warga sipil," ucap Sybiga."Kami mendesak dunia untuk meningkatkan tekanan pada rezim Rusia dan lebih meningkatkan biaya teror ini bagi agresor," imbuhnya.