Kyiv -

Rusia melancarkan serangan besar-besaran melibatkan rudal dan drone ke wilayah Kyiv, ibu kota Ukraina, pada Senin (6/7) dini hari. Sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.Kepala administrasi militer kota Kyiv, Tymur Tkachenko, seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Senin (6/7/2026), melaporkan bahwa sedikitnya sembilan orang tewas akibat serangan-serangan terbaru Rusia.Jumlah korban tewas itu, ujar Tkachenko, mencakup dua jenazah yang dievakuasi dari sebuah gedung apartemen yang rusak parah di kawasan bersejarah Podilskyi. Sedikitnya empat bangunan tempat tinggal di Podilskyi telah dihantam serangan.

Dia juga menyebut bahwa sekitar 24 orang lainnya mengalami luka-luka di berbagai area Kyiv, di mana serangan-serangan Moskow menyebabkan kerusakan luas. Dalam pernyataan via Telegram, Tkachenko mengingatkan bahwa jumlah korban tewas itu belum final, karena operasi penyelamatan masih berlangsung.Gubernur wilayah Kyiv, Mykola Kalashnyk, melontarkan kecaman terhadap Rusia menyusul gelombang serangan terbaru itu. "Rusia sekali lagi dengan sengaja menyerang warga sipil dan infrastruktur sipil," sebutnya.Sedangkan Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan bahwa tim penyelamat mengevakuasi warga dari bangunan-bangunan yang hancur akibat rentetan serangan Rusia.Salah satunya dari sebuah gedung apartemen 25 lantai di distrik Darnytskyi, di mana para penghuninya terjebak di lantai atas. Tim penyelamat, sebut Klitschko, telah mengevakuasi 22 orang dari gedung apartemen tersebut. Namun sayangnya, dua orang lainnya dinyatakan tewas di area tersebut.