WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) alias Pentagon resmi memasukkan tiga raksasa korporasi China, yakni Alibaba, BYD, dan Baidu, ke dalam daftar perusahaan yang dinilai mendukung militer "Negeri Panda".
Langkah ini memperluas daftar hitam Pentagon hingga mencakup sejumlah merek komersial paling dikenal di dunia.Pembaruan daftar tersebut diumumkan pada Senin dan kini memuat 188 nama perusahaan, meningkat signifikan dari 134 perusahaan pada tahun 2025.
Baca juga: China Pecat 4 Ilmuwan Top Usai Manipulasi Data Penelitian
Daftar "perusahaan militer China" yang pertama kali dibentuk pada 2021 ini diperbarui setiap tahun.
Keputusan tersebut berpotensi memperkeruh hubungan yang belum sepenuhnya pulih antara Washington dan Beijing.










