JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia tengah berada dalam fase yang selama bertahun-tahun dipandang sebagai peluang besar pembangunan ekonomi.
Bonus demografi, ketika penduduk usia produktif mendominasi struktur penduduk, diyakini mampu menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional.Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat ironi yang terus membayangi pasar kerja Indonesia.
Baca juga: CEO Standard Chartered Minta Maaf Usai Sebut Pekerjaan Terdampak AI Bernilai Rendah
SHUTTERSTOCK/FIZKES Ilustrasi melamar kerja, wawancara kerja.
Saat jumlah penduduk usia produktif semakin besar dan tingkat pendidikan masyarakat terus meningkat, tidak semua lulusan berhasil memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.















