JAKARTA, KOMPAS.com - Kekhawatiran soal baterai mobil listrik yang mudah terbakar masih sering muncul di tengah masyarakat. Apalagi, sejumlah kasus kebakaran kendaraan listrik di berbagai negara sempat menjadi perhatian publik.

Meski demikian, risiko kebakaran tidak serta-merta terjadi pada semua kendaraan listrik. Ada berbagai faktor yang memengaruhi, mulai dari jenis baterai yang digunakan hingga perawatan kendaraan itu sendiri.Kepala Teknisi Domo Hybrid EV Yogig Pramono mengatakan, baterai yang lebih rentan mengalami kebakaran umumnya berasal dari jenis lithium tertentu yang mengalami kenaikan suhu berlebih atau overheat.

"Kalau misalnya baterai gampang terbakar, itu biasanya baterai jenis lithium (ion). Cuma balik lagi ke perawatan si pemakainya," kata Yogig, saat ditemui di Jakarta Utara, belum lama ini.

Baca juga: Pakai Fast Charging Bisa Bikin Baterai Mobil Listrik Cepat Drop?

Tangkapan layar Indikator suhu air radiator mobil menunjukkan overheat