SOLO, KOMPAS.com - Riuh suara palang dan deru mesin kereta api terdengar jelas dari sebuah gang sempit di kawasan Margorejo, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Di sanalah Wiji Hastuti (52) tinggal di sebuah rumah sederhana, yang ditempeli stiker "Keluarga Miskin".

Ya, ia merupakan Penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).Stiker itu tetap terpasang, meski sang pemilik rumah sudah memantapkan hati untuk mundur secara sukarela dari program PKH.

Selama 11 tahun terakhir, PKH menjadi salah satu penopang hidup keluarga Wiji.

Baca juga: Ribuan Rumah di Solo Mulai Ditempeli Stiker Keluarga Miskin, Dinsos Targetkan 1.000 KPM Mentas Tahun Ini