Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), subholding gas Pertamina, menggelar program layanan kesehatan bagi masyarakat melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis. Sebanyak 300 orang dari kalangan pelajar dan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan mengikuti kegiatan yang digelar di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah kasus gangguan penglihatan yang cukup serius. Salah satu siswa tercatat memiliki rabun jauh hingga minus 17. Selain itu, ada peserta yang mengalami gangguan penglihatan pada salah satu mata, serta siswa yang sebelumnya menggunakan kacamata minus 1 namun setelah diperiksa ternyata sudah mencapai minus 6.Temuan tersebut menunjukkan masih adanya masyarakat yang belum rutin memeriksakan kesehatan mata maupun mengganti kacamata sesuai kondisi penglihatannya. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan biaya.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan masih banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan namun belum mendapatkan penanganan yang memadai."Dari hasil pemeriksaan hari ini, kami melihat masih banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan cukup serius namun belum mendapatkan penanganan yang memadai karena keterbatasan biaya. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi proses belajar dan kualitas hidup mereka. Karena itu, kami berharap bantuan kacamata yang diberikan dapat membantu mereka belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri," ujar Fajriyah.Menurutnya, akses terhadap layanan kesehatan, termasuk kesehatan mata, berpengaruh terhadap proses belajar dan produktivitas masyarakat.Program pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis ini merupakan bagian dari program CAKRA (Cek Kesehatan untuk Rakyat). Sebelumnya, PGN juga menggelar pemeriksaan kesehatan dasar di tiga wilayah operasional perusahaan.Di wilayah SOR I, layanan kesehatan diberikan kepada 500 orang. Sementara di SOR II menjangkau 560 orang dan di SOR III sebanyak 550 orang. Dengan demikian, total penerima manfaat layanan kesehatan dasar yang telah dijangkau mencapai 1.610 orang."Melalui program ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," kata Fajriyah.Kepala Sekolah SDN Cideng 7, Ratna Suminar, mengatakan program tersebut membantu siswa yang selama ini belum mendapatkan pemeriksaan mata maupun kacamata karena keterbatasan ekonomi keluarga."Kami sangat berterima kasih kepada PGN atas terselenggaranya program ini. Bagi sebagian siswa dan orang tua, pemeriksaan mata maupun pembelian kacamata bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Melalui program ini, anak-anak dapat mengetahui kondisi kesehatan matanya dan memperoleh kacamata yang sesuai sehingga dapat belajar dengan lebih nyaman dan optimal di sekolah," ungkap Ratna.Hal serupa disampaikan Kepala Yayasan Al Mubarok, Henny Setiyani. Ia menilai program pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis membantu keluarga yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata."Program ini sangat membantu karena memberikan solusi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh para siswa dan keluarga mereka. Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak anak yang terbantu," tutup Henny.










