Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso angkat bicara terkait aksi ratusan peternak ayam di Blitar yang membagikan satu juta butir telur ayam secara cuma-cuma. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak.Mengatasi hal tersebut, Budi mengatakan telah memerintahkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyerap telur di Blitar. Ia telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terbaru, Nanik S Deyang. Dengan begitu, ia berharap harga telur di tingkat peternak mendekati harga acuan penjualan (HAP)."Kemarin ada beberapa daerah ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur itu kan turun. Sehingga kita sudah berkoordinasi dengan BGN dan dengan Kepala BGN yang baru, bahwa SPPG ya di daerah tersebut diwajibkan untuk menyerap telur," ujar Budi saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Selain itu, bantuan pangan ke depan juga tidak hanya berupa Minyakita dan beras. Namun, juga bahan-bahan pokok yang harganya anjlok dan kondisinya sedang surplus."Ketika harga telur itu sedang turun, maka bantuan pangan tidak mesti Minyakita atau beras, tapi bisa juga telur. Jadi ini dalam rangka menyerap produk-produk makanan kita atau produk bahan pokok kita, yang memang produksinya sekarang nambah," jelas Budi.Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), produksi telur nasional saat ini memang sedang mengalami surplus hingga 12%. Budi menilai kelimpahan produksi ini sebenarnya merupakan hal positif, tinggal mengatur manajemen penyerapannya diatur agar tidak merugikan peternak."Penyerapannya sebenarnya ada, tinggal kita mengatur manajemenya untuk SPPG dengan baik, sehingga telur bisa terserap dengan baik. Tidak hanya telur. Jadi kebutuhan bahan pokok seperti ikan, daging ayam apabila harga turun di bawah itu, maka BGN juga akan kita minta untuk menyerap di SPPG," imbuh Budi.Sebelumnya, ratusan peternak ayam dari eks Karesidenan Kediri membagikan satu juta butir telur ayam secara cuma-cuma di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar. Aksi yang diserbu ribuan warga tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak.Dikutip dari detikJatim, ratusan mobil pikap yang mengangkut telur ayam kemasan berjajar di lokasi aksi. Ribuan warga telah memadati area pembagian telur sejak pagi hari. Namun, kegiatan baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan penyampaian orasi dari perwakilan peternak.Para peternak kemudian ditemui langsung oleh Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah. Pemerintah daerah berjanji akan memperhatikan kondisi peternak serta berupaya membantu menjaga stabilitas harga telur ayam."Saya mewakili dari teman-teman peternak di Blitar Raya, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek ini menyuarakan harga telur yang blondot (hancur). Sementara itu ternyata harga pakan naik. Nah, ini yang menjadikan kami semakin hari semakin tidak berdaya," kata salah satu perwakilan peternak, Suyanto, kepada wartawan usai aksi, Senin (1/6/2026).









