BLITAR, KOMPAS.com – Peternak ayam petelur skala kecil dan menengah asal Blitar dan sekitarnya membagikan telur gratis ke masyarakat di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (1/6/2026).
Aksi bagi-bagi telur yang diklaim sebanyak 1 juta butir atau sekitar 62,5 ton itu merupakan bentuk protes peternak skala kecil dan menengah yang ada di Kabupaten Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek terhadap jatuhnya harga telur di bawah harga pokok produksi (HPP).
Kerugian para peternak diperparah oleh kenaikan harga pakan yang lebih dari 35 persennya diimpor dari luar negeri.Baca juga: Mangkraknya Jateng Valley di Ungaran, Wisata Terbesar Asia Tenggara yang Jadi Tempat Seram
Salah satu koordinator peternak rakyat asal Blitar, Suryono, mengungkapkan kenaikan harga bahan pakan ternak produk impor mulai dari 30 persen hingga 100 persen.
“Porsi bahan pakan yang impor itu sekitar 35 persen dari pakan konsentrat. Tapi naiknya komponen bahan pakan impor ini ada yang sampai 100 persen,” ujar Suryono di sela aksi bagi telur, Senin.














