Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan alasan proyek tol Gilimanuk-Mengwi dibagi juga dengan jalan nasional.Dody menjelaskan pada rencana awal proyek ini sepenuhnya akan menjadi tol. Namun, karena minat investor pada proyek tol Gilimanuk-Mengwi tidak tinggi, kemudian diputuskan tidak sepenuhnya dibangun tol."Seingat saya dipotong dua karena enggak banyak peminatnya. Jadi yang banyak peminatnya kita tetap tol. Yang sebagian kita jadikan jalan nasional kita lebarkan," ujar Dody usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Terkait berapa panjang ruas yang akan dijadikan tol dan jalan nasional, Dody mengaku tidak bisa menjelaskan detailnya.Menurut Dody proyek tersebut dalam penyelesaian desain sebelum masuk proses tender."Harusnya sih tahun ini selesai. Desain ya. Final desain tahun ini selesai. Tahun depan sudah ada tender untuk pelebaran jalan nasional plus untuk yang tol nya," terangnyaSebelumnya, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti mengatakan Tol Gilimanuk-Mengwi diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 12,7 triliun dan dikerjakan menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).Diana mengungkapkan proyek tersebut dirancang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan dari Gilimanuk ke Mengwi yang semula sekitar enam jam menjadi kurang lebih tiga jam.Namun hingga kini, pihaknya masih dalam tahap penyusunan analisis terkait dampak lingkungan (amdal) dan analisis dampak lalu lintas. Termasuk juga rekomendasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang dan dokumen perencanaan pengadaan tanah."Kebutuhan investasi yang diperlukan adalah Rp 12,7 triliun, dan rincian biaya konstruksi sebesar Rp 8,52 triliun, dan biaya dukungan konstruksi sebesar Rp 9 triliun," jelas Diana dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).













