Jakarta - Pembangunan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) terus dikebut. PT Jasa Marga (Persero) melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), mengatakan untuk pembangunan Tahap I (Ruas Gending-Besuki) telah rampung.Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, konstruksi fisik Seksi 1 Gending-Kraksaan (12,88 km) dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km) telah rampung 100% dan telah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO). Sementara itu, Seksi 3 Paiton-Besuki (25,60 km) juga telah sukses menyelesaikan 100% pekerjaan jalan utama."Jalan Tol Prosiwangi dirancang untuk menjadi urat nadi utama komoditas lokal di wilayah Tapal Kuda. Kehadiran tol ini akan membuka gerbang pasar yang jauh lebih luas, inklusif, dan cepat bagi produk pertanian, sektor perikanan, hingga industri kreatif UMKM setempat yang selama ini terkendala waktu tempuh logistik yang melalui jalan nasional. Selain itu, akses untuk destinasi pariwisata di ujung timur Pulau Jawa juga semakin mudah," papar Rivan dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).
Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) terus dikebut. PT Jasa Marga (Persero) melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), mengatakan untuk pembangunan Tahap I (Ruas Gending-Besuki) telah 100% rampung. Foto: Dok. Jasa MargaSeluruh agenda konstruksi telah diselesaikan sejak April 2026 dan saat ini tengah memasuki fase akhir berupa penyelesaian administrasi serta Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). Proses ULFO ini krusial untuk memastikan seluruh komponen struktural mulai dari jalan, jembatan, sistem drainase, hingga marka jalan telah memenuhi standar keselamatan sebelum resmi dioperasikan.Pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2026 (periode 13-29 Maret 2026) lalu, ruas ini dibuka secara fungsional dan berhasil melayani total 226.028 kendaraan dengan lancar, aman, dan nyaman. Angka ini lebih besar 12% dari proyeksi lalu lintas jalan tol ini, yaitu sebesar 201.407 kendaraan.Lebih lanjut, Tol Prosiwangi akan menghadirkan efisiensi waktu tempuh yang sangat signifikan di wilayah Jawa Timur. Perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki yang semula membutuhkan waktu sekitar 2 jam kini dapat dipangkas menjadi hanya 1 jam 15 menit saja dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam.Sementara itu, perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi yang biasanya menguras waktu hingga lima jam diproyeksikan terpangkas menjadi hanya sekitar tiga jam perjalanan dengan kecepatan rata-rata di jalan nasional 60 km/jam.Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dalam mewujudkan konektivitas nasional yang andal melalui pembangunan infrastruktur berkualitas, kehadiran proyek tol ini diproyeksikan selain mampu memangkas waktu tempuh secara masif sekaligus menciptakan efek domino yang positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.Secara nyata, infrastruktur ini akan memperlancar akses menuju kawasan industri Paiton di Kabupaten Probolinggo, mempercepat distribusi logistik ke Pelabuhan Ketapang sebagai gerbang utama penyeberangan Jawa-Bali, serta mendongkrak konektivitas pariwisata unggulan mulai dari Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Pasir Putih Situbondo, hingga kawasan wisata Banyuwangi.Kehadiran proyek tol ini turut memantik suburnya ekosistem infrastruktur pendukung di sepanjang kawasan timur Jawa Timur. Mulai dari pembangunan rest area, pertumbuhan sektor perhotelan, hingga penyediaan fasilitas umum baru di sekitar interchange, di mana seluruh perputaran ekonomi baru tersebut secara aktif menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan memprioritaskan pelibatan warga sekitar.Kemudahan aksesibilitas dan penurunan biaya logistik ini menjadi motor penggerak baru bagi UMKM setempat. Jasa Marga memastikan bahwa setiap proyek jalan tol operasi maupun konstruksi yang dikelola harus mampu memperkuat daya saing daerah, mendorong tumbuhnya investasi, serta meningkatkan daya tarik pariwisata di daerah tersebut."Jalan Tol Prosiwangi ini pada akhirnya akan menjadi jembatan peradaban strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Proyek ini melengkapi dan mengunci bentangan konektivitas dari ujung barat di Jakarta hingga ke ujung paling timur Pulau Jawa. Melalui rantai jaringan tol yang solid ini, Jasa Marga berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeadilan, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata di setiap jengkal lajur yang dilalui masyarakat," tutup Rivan.








