JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan parah yang terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, akibat adanya lajur yang ambles menjadi bukti nyata betapa rapuhnya sistem lalu lintas kita saat menghadapi penyempitan jalan (bottleneck).

Dalam kondisi di mana jalanan menyempit drastis dari tiga atau empat lajur menjadi hanya satu lajur, kemacetan mengular panjang.Secara teori, kondisi bottleneck seperti ini bisa diurai secara mandiri oleh pengguna jalan dengan metode zipper merge atau pola resleting. Jadi kendaraan dari lajur kiri dan kanan bergerak maju secara bergantian satu demi satu.

Baca juga: iCAR V23 Punya 3 Varian, Ini Perbedaanya

KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Kemacetan akibat jalan ambles di Lenteng Agung mengular hingga 3 kilometer sampai Flyover Tapal Kuda arah Depok.

Namun, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengaku sangat pesimistis metode ini bisa berjalan mulus di tanah air.