WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Selama Operasi Midnight Hammer pada Juni 2025, jet tempur F-16 Angkatan Udara AS membuka jalan bagi pesawat pembom B-2 yang menyerang fasilitas nuklir Iran.

Jet tempur tersebut terbang ratusan mil ke wilayah Iran, melumpuhkan pertahanan udara musuh, dan terbang keluar dengan sisa bahan bakar yang sangat sedikit.Awal bulan Mei 2026, Angkatan Udara menganugerahkan Distinguished Flying Cross kepada enam pilot F-16 dari Skuadron Tempur ke-55 atas peran mereka dalam operasi tersebut.

Penghargaan ini diberikan atas jasa kepahlawanan atau pencapaian luar biasa dalam penerbangan dengan kategori khusus untuk pengabdian dalam pertempuran.

Dilansir Business Insider, Sabtu (30/5/2026), yang mengutip dokumen penghargaan itu, Angkatan Udara AS menyoroti para pilot yang terbang hampir 300 mil ke wilayah udara Iran yang dijaga ketat, dan menghadapi risiko bahan bakar selama misi.

Baca juga: Drone Rusia Hantam Negara NATO, F-16 Langsung Terbang