JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka tujuan dan target dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis, yang telah dilakukan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu kurang dari lima bulan terakhir.

Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira mengatakan bahwa setiap lawatan presiden ke luar negeri harus memiliki agenda yang jelas, dan disampaikan kepada publik."Ya, tentu, kunjungan luar negeri itu kan apa, tentu ada tujuannya gitu. Dan tentu, terutama di dalam dunia diplomasi ketika presiden berkunjung ke suatu negara, itu tentu harus teragenda dengan ketat, terus kemudian target-target apa yang akan dicapai, dan kemudian disampaikan kepada publik," ujar Andreas usai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD PDI-P se-Indonesia, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: PDI-P Sindir Wacana Bahasa Perancis: Nanti ke Afrika Harus Ajarkan Bahasa Afrika?

Sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto, kata Andreas, kunjungan luar negeri kepala negara selalu dibarengi agenda yang padat dan tujuan yang jelas.

Menurut dia, pemerintah perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai urgensi dan capaian yang ingin diraih dari setiap perjalanan luar negeri presiden.