KOMPAS.com - Dahulu, Izzamdi hanya seorang kuli tani dan penjual sayur dengan penghasilan yang tak menentu. Namun, garis hidupnya berubah sejak bergabung dengan Kampung Ternak Marapuyan Saiyo di Desa Ampuah Lumpo pada 2017 silam.

Lewat program pemberdayaan Dompet Dhuafa, Izzamdi kini bukan sekadar peternak. Ia adalah ayah yang berhasil mengantarkan anaknya hingga ke bangku perguruan tinggi.“Dompet Dhuafa membantu masyarakat kami dari tahun 2017 di Desa Ampuah Lumpo. Sebelum bergabung dengan kelompok Dompet Dhuafa, saya kuli tani dan menjual sayur-sayuran," ungkap peternak tersebut."Setelah bergabung dengan kelompok ternak Dompet Dhuafa, kami-kami ini bisa belajar banyak dan menyekolahkan anak hingga kuliah. Bersyukur dan senang sekali Dompet Dhuafa sudah bantu banyak orang di sini, alhamdulillah juga daging kurban bisa dibagi-bagi ke pelosok-pelosok,” tambah Izzamdi.

Bagi Izzamdi dan sembilan kepala keluarga lainnya di Pesisir Selatan, setiap ekor sapi yang mereka rawat adalah titipan penuh harapan.

Semangat mereka kian berlipat saat mengetahui bahwa sapi-sapi ini akan dikirim untuk saudara-saudara yang membutuhkan di Pulau Mentawai, Solok, hingga penyintas bencana Galodo di Batu Busuk dan Agam.