ABU DHABI, KOMPAS.com - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan melancarkan puluhan serangan udara terhadap Iran sejak awal perang hingga sehari setelah gencatan senjata diumumkan pada April lalu.

Keterlibatan ini jauh lebih dalam dari yang selama ini diketahui publik dalam kampanye udara yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Israel.Hal tersebut diungkapkan sejumlah pihak yang mengetahui perkara kepada Wall Street Journal.

Baca juga: Trump Susun Keputusan Akhir soal Iran, Ada 2 Poin Krusial

Serangan-serangan itu dilakukan secara terkoordinasi dengan AS dan Israel, yang keduanya turut menyediakan intelijen.

Sejumlah target yang dibidik mencakup Pulau Qeshm dan Abu Musa di Selat Hormuz, Bandar Abbas, kilang minyak di Pulau Lavan di Teluk Persia, serta kompleks petrokimia Asaluyeh.