TEHERAN, KOMPAS.com - Iran tidak akan mundur dari "garis merahnya" di bawah tekanan retorika Presiden AS Donald Trump, kata anggota parlemen senior Iran, Rabu (27/5/2026) malam.
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ibrahim Azizi, mengatakan bahwa garis merah Iran meliputi berbagai hal.Termasuk hak untuk memperkaya uranium, kepemilikan uranium yang diperkaya, otoritas atas Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi.
Dalam sebuah unggahan di platform X, Azizi menekankan retorika Trump tidak akan membuat Iran mundur dari garis merahnya.
Dia menambahkan, Trump "yang mencari jalan keluar dari kebuntuan strategis ini," bergantian antara melontarkan ancaman dan mengupayakan kesepakatan.
Baca juga: Pejabat AS Klaim Iran Setuju Serahkan Pasokan Uranium














