TANGERANG, KOMPAS.com - Bea dan Cukai Soekarno-Hatta mencurigai adanya jaringan internasional di balik upaya penyelundupan 17,55 kilogram emas senilai Rp 45,7 miliar ke Hong Kong melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Hal itu dikarenakan sebagian besar penumpang yang menyelundupkan emas merupakan warga negara China dengan modus yang hampir sama.
"Jadi mereka warga negara China pada saat ingin terbang dengan tujuannya ke Hongkong itu membawa barang-barang yang ada di depan ini (emas),” ujar Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, di Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Selasa (26/5/2026).Baca juga: 17 Kg Emas Disamarkan Jadi Gantungan Kalung Saat Hendak Diselundupkan ke Hongkong
Menurut dia, para penumpang tersebut membawa emas dalam berbagai bentuk, mulai dari batangan, koin, hingga disamarkan menjadi perhiasan, salah satunya kalung dengan berat 300-400 gram.
Dengan cara tersebut, Hengky menduga para pembawa emas itu hanya bertindak sebagai kurir.











