MEKELLE, KOMPAS.com - Hyena kerap dicap sebagai predator yang licik dan menyeramkan. Namun, penelitian terbaru di Etiopia justru mengungkap sisi lain dari satwa ini.

Di Kota Mekelle, ibu kota wilayah Tigray, hyena adalah "petugas kebersihan" perkotaan yang sangat berjasa bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.Studi yang dipimpin oleh pakar ekologi satwa lia Gidey Yirga menemukan bahwa satwa pemakan bangkai di kota tersebut mengolah hampir 5.000 metrik ton limbah organik per tahun.

Baca juga: Kandidat Presiden Nyeleneh Kenya George Wajackoyah: Kampanyekan Program Jual Ganja dan Testis Hyena

Menariknya, hyena tutul melakukan 90 persen dari total pekerjaan tersebut, sehingga menghemat biaya pengelolaan sampah pemerintah kota hingga 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,7 miliar.

Kehadiran hyena terbukti membantu mengurangi emisi karbon dari pembusukan limbah serta menghentikan penyebaran penyakit mematikan seperti antraks.