Penulis: Shristi Mangal Pan/DW Indonesia

BERLIN, KOMPAS.com - Eropa awalnya berambisi bersama-sama membangun jet tempur generasi keenam masa depan. Namun proyek pertahanan terbesar itu kini justru terancam melahirkan dua pesawat tempur berbeda. Penyebabnya adalah perseteruan antara dua perusahaan dirgantara dari dua negara terbesar Eropa, Jerman dan Perancis.

Airbus, yang mewakili kepentingan Jerman dan Spanyol dalam proyek Future Combat Air System (FCAS), menyatakan terbuka terhadap restrukturisasi program setelah bertahun-tahun dibayangi sengketa politik dan industri.

Baca juga: Kasus Andrie Yunus sampai ke Parlemen Eropa, Keluar Resolusi Adili Dalang Utama

Salah satu opsi yang kini mengemuka adalah "solusi dua jet tempur". Dalam skema ini, Perancis dan Jerman dapat mengembangkan pesawat tempur masing-masing, sambil tetap bekerja sama dalam pengembangan drone, sensor, dan sistem digital penghubung medan perang secara real time.