JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengutarakan keheranannya terhadap sopir taksi Green SM Richard Rudolf Passelima yang malah memindahkan transmisi mobil ke 'N' (netral) sesaat sebelum melintasi rel di Bekasi Timur.
Walhasil, ketika sudah berada di perlintasan rel, Richard menginjak pedal gas dalam kondisi taksinya sedang 'N'."Nah ini apa yang terjadi dari data onboard unit kami download. Jadi taksi tersebut ketika menurun pada posisi D (drive) berjalan normal dengan kecepatan antara 15 km/jam. Kemudian kendaraan berpindah ke pada posisi N dan meluncur dengan kecepatan 3-7 km/jam. Ini kami tidak tahu, kenapa kok diposisinetralkan," ujar Soerjanto dalam rapat Komisi V DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: KNKT Ungkap Sederet Fakta Taksi Hijau dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
"Kemudian pengemudi membiarkan kendaraan meluncur sambil mengerem ringan di jalur menurun. Sesampainya di perlintasan sebidang, pengemudi berusaha menginjak gas sampai 25 persen, namun kendaraan pada posisi N dan tidak bergerak dan tetap meluncur," sambungnya.
Soerjanto menjelaskan, berdasarkan data yang terekam, Richard masih terus menginjak pedal gas hingga 55 persen pada posisi 'N'.













