NAIROBI, KOMPAS.com – Presiden Kenya William Ruto mengumumkan kebijakan untuk menurunkan harga bahan bakar jenis solar, Jumat (22/5/2026).

Langkah ini diambil menyusul gelombang protes massal terkait lonjakan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah.Kemarahan publik di negara Afrika Timur tersebut sebelumnya memuncak setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar hingga 23,5 persen pada pekan lalu untuk siklus penentuan harga Mei-Juni.

Baca juga: Polisi Kenya Tangkap Otak Perdagangan Manusia ke Rusia, 1.000 Orang Dikirim Perang

Kenaikan drastis ini dipicu oleh menyusutnya pasokan minyak mentah global dan tingginya harga minyak dunia.

Akibat lonjakan harga tersebut, berbagai barang dan kebutuhan pokok naik harganya dan melambungkan biaya hidup.