Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar yang sangat tinggi memicu gelombang protes massal dan aksi mogok transportasi nasional di sejumlah kota besar Kenya. Sayang, aksi ini memicu kerusuhan yang menyebabkan 30 orang terluka dan empat meninggal."Kami kehilangan empat warga Kenya dalam kekerasan hari ini (Senin, 18 Mei 2026), yang juga menyebabkan lebih dari 30 orang terluka," kata Menteri Dalam Negeri Kenya, Kipchumba Murkomen, dalam konferensi pers seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/5/2026).Gelombang protes ini bermula dari sikap keras Aliansi Sektor Transportasi Kenya yang menyatakan semua moda transportasi yang berafiliasi dengan asosiasi akan berhenti beroperasi mulai Minggu (17/5) tengah malam sebagai bentuk protes.
Sebab pada pekan sebelumnya, Otoritas Pengatur Energi dan Perminyakan Kenya secara resmi kembali menaikkan harga bahan bakar eceran hingga 23,5%. Masalahnya kenaikan harga ini dilakukan setelah otoritas menaikkan harga BBM sebesar 24,2% bulan lalu.Sama seperti banyak negara di dunia, kenaikan harga BBM ini dipicu konflik di Timur Tengah menekan pasokan minyak dan gas global. Padahal Kenya mengimpor hampir semua produk bahan bakarnya dari Timur Tengah melalui kesepakatan antar pemerintah dengan pemasok dari negara-negara Teluk.Alhasil kenaikan harga bahan bakar secara signifikan menaikkan tarif transportasi dan mendorong kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, memperdalam tekanan pada rumah tangga yang sudah berjuang dengan tingginya biaya hidup.Di sisi lain, terhadap aksi protes ini polisi setempat malah menyatakan bahwa mereka akan bertindak untuk mengatasi setiap gangguan. Sebab situasi ini dinilai mengancam kelumpuhan total aktivitas ekonomi serta memutus rantai pasok logistik di negara Afrika Timur tersebut.Alhasil pada Senin (18/5) pagi, jalan-jalan menuju ibu kota Nairobi diblokir oleh para operator transportasi yang melakukan aksi mogok kerja dan kelompok demonstran lain yang tersebar. Bahkan sebagian pengunjuk rasa membakar ban untuk memblokir akses ke jalan-jalan utama, membuat kemacetan dan menyebabkan banyak pengguna jalan terlantar.Di Mombasa, kota pelabuhan utama Kenya, aksi pemogokan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keterlambatan rantai pasok. Menanggapi hal ini, Polisi bahkan ada yang menembakkan gas air mata di beberapa daerah.Untuk menyudahi situasi domestik yang kian memanas ini, Menteri Transportasi dan Energi melangsungkan pertemuan dengan operator transportasi umum pada Senin malam untuk membahas solusi terbaik bagi masyarakat.Sayang pertemuan itu tidak menghasilkan terobosan berarti, meski asosiasi tersebut menerima proposal dari pemerintah bahwa mereka akan menjembatani kesenjangan antara harga diesel dan minyak tanah untuk mencegah kerugian."Kami belum menyepakati apa pun... Yang kami desak kepada presiden adalah agar dia harus melakukan sesuatu karena pemogokan akan berlanjut. Pemogokan masih berlangsung," kata ketua asosiasi pemilik kendaraan angkutan umum, Albert Karakacha, dalam konferensi pers.Saksikan Live DetikSore :Simak juga Video 'Jeritan Nelayan soal Harga Solar: Berhenti Mati, Lanjut Juga Mati':










