PARIS, KOMPAS.com - Perancis menolak segala kemungkinan peran NATO dalam mengamankan Selat Hormuz dan menegaskan mandat aliansi tersebut tidak mencakup Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis Pascal Confavreux mengatakan Paris menentang keterlibatan NATO dalam operasi mengamankan navigasi di jalur air strategis tersebut.“Posisi kami jelas dan konsisten: Perjanjian Atlantik Utara berlaku untuk Atlantik Utara; perjanjian ini bukanlah tujuan atau aliansi yang tepat untuk subjek di Timur Tengah dan Hormuz,” kata Confavreux dalam konferensi pers, Kamis (21/5/2026), dilansir Anadolu.
Baca juga: Senggol Spanyol, Menlu AS Pertanyakan Keanggotan NATO saat Perang Iran
Pernyataan tersebut disampaikan dua hari setelah Panglima Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, Jenderal Alexus Grynkewich, mempertimbangkan untuk berkontribusi.
Dia mengatakan aliansi tersebut sedang mempertimbangkan kemungkinan kontribusi terhadap upaya keamanan maritim di Selat Hormuz.











