JAKARTA, KOMPAS.com – Moody’s Ratings dan S&P Global Ratings memperingatkan potensi risiko dari rencana pemerintah Indonesia memusatkan ekspor komoditas strategis melalui skema satu pintu.
Kebijakan tersebut dinilai dapat memengaruhi investasi, perdagangan komoditas, hingga prospek peringkat kredit Indonesia.Pemerintah sebelumnya mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), badan usaha di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang akan mengelola perdagangan ekspor komoditas strategis secara terpusat.
Baca juga: Efek BUMN Ekspor, Rupiah Diprediksi Bergerak Melemah Hari Ini (22/5)
Presiden Prabowo Subianto mendorong kebijakan itu sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam, sekaligus menekan praktik under invoicing dan transfer pricing yang dinilai selama ini menyebabkan kebocoran penerimaan negara.
Komoditas yang masuk tahap awal kebijakan meliputi batu bara, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), serta paduan besi (ferro alloy).










