SAMARINDA, KOMPAS.com – Audiensi antara massa aksi “215” dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK) dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (21/5/2026), berakhir ricuh secara verbal dan dipenuhi kekecewaan.

Massa aksi yang sejak siang menggelar demonstrasi menilai jawaban serta sikap Rudy dalam forum audiensi terkesan arogan, menggurui, dan tidak menghargai peserta yang hadir.

Koordinator lapangan aksi 215, Erly Nopiansyah, mengaku kecewa berat atas hasil pertemuan tersebut.Menurut dia, Gubernur tidak memberikan jawaban tegas terhadap dua tuntutan utama massa aksi, yakni meminta Rudy mundur dari jabatannya serta mendukung hak angket di DPRD Kalimantan Timur.

“Intinya kami tidak puas ya, karena beliau masalah mundur, masalah hak angket saja tidak dijawab,” kata Erly usai audiensi.

Baca juga: Didemo Massa APMK Kaltim Penuntut Hak Angket, Rudy Masud: Pernah Jadi Anggota Dewan?