Jakarta - Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 dengan tema 'Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara' dinilai relevan dengan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang diprogramkan Presiden Prabowo Subianto.Program SR merupakan salah satu bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo yang disampaikan dalam visi-misi kampanye Pilpres 2024, yakni 'Meningkatkan Kesejahteraan, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dan Mewujudkan Indonesia Maju'.Komisaris Independen Brantas Abipraya, Santoso, mengatakan pembangunan SR yang dicanangkan Prabowo bertujuan menjawab sekaligus mengatasi ketimpangan akses dan kualitas pendidikan yang masih dialami siswa-siswi dari keluarga kurang mampu. Negara memiliki tanggung jawab untuk membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu mendorong kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Jika masyarakat dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui SR, capaian menuju Indonesia Emas 2045 diyakini akan semakin mudah diwujudkan. Peningkatan kualitas SDM juga dikatakan menjadi faktor penting dalam menyongsong bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2035-2045, ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif.Menurut Santoso, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari investasi jangka panjang negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui akses pendidikan yang lebih adil dan merata."Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik gedung pendidikan, tetapi investasi besar negara untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Kebangkitan bangsa hanya dapat terwujud apabila generasi mudahnya memperoleh akses pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata," ujar Santoso, dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).Santoso menerangkan peningkatan kualitas SDM akan berdampak pada peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia yang dirilis oleh United Nations Development Programme (UNDP), sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan."Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju dengan dukungan bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, kekuatan ekonomi sebagai anggota G20, serta posisi strategis Indonesia dalam politik global. Sehingga pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama," tambahnya.Program SR juga diyakini akan mendorong pemerataan pembangunan dan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Aktivitas perdagangan material bangunan diperkirakan ikut menggeliat, sekaligus membuka lapangan pekerjaan mulai dari tahap pembangunan hingga operasional SR berjalan.Presiden Prabowo dikatakan telah berkomitmen merealisasikan mandatory spending sektor pendidikan. Komitmen itu tidak hanya dilihat dari sisi besaran anggaran, tetapi juga dari upaya memastikan manfaatnya menjangkau masyarakat kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.Oleh karena itu, Santoso mengatakan sebagai Badan Usaha Milik Negara di bidang konstruksi dan pembangunan infrastruktur, PT Brantas Abipraya (Persero) mendapatkan kehormatan dan kepercayaan dari pemerintah untuk membangun SR di sejumlah daerah bersama BUMN konstruksi dan pembangunan infrastruktur lainnya.Santoso menegaskan kepercayaan tersebut menjadi wujud dedikasi Brantas Abipraya kepada negara."Perusahaan berkomitmen menjaga kualitas pembangunan sesuai standar yang ditetapkan serta memastikan proyek selesai tepat waktu. Kita sambut SR jelang tahun ajaran baru 2026 ini, bertepatan dengan momentum 118 tahun Kebangkitan Nasional. Selamat datang siswa siswi Sekolah Rakyat generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045 bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka," pungkasnya.
















