KOMPAS.com - Pemerintah China kembali membuktikan bahwa blokade teknologi dari Amerika Serikat (AS) tidak mampu menghentikan ambisi mereka.
Negeri Tirai Bambu tersebut baru saja memamerkan "LineShine", sebuah superkomputer raksasa berskala exascale yang sepenuhnya menggunakan komponen buatan dalam negeri.
Peluncuran ini menjadi pukulan telak bagi kontrol ekspor AS. Sebab, LineShine berhasil dibangun tanpa menggunakan satu pun kartu pengolah grafis (GPU) buatan Barat, seperti Nvidia atau AMD.Superkomputer yang dikembangkan oleh National Supercomputing Center (NSCC) di Shenzhen ini hadir dengan arsitektur yang sangat unik.
Alih-alih bergantung pada GPU untuk memproses tugas kecerdasan buatan (AI) dan simulasi sains, LineShine dirancang secara eksklusif sebagai mesin CPU-only (hanya mengandalkan prosesor pusat).
Untuk menutupi absennya GPU, China merancang sistem perangkat keras ini dalam skala yang sangat masif. LineShine ditenagai oleh 40.960 prosesor LX2 berbasis arsitektur Armv9 yang dirancang khusus oleh Huawei.









